PRAMUKA SMAN 1 CIKARANG UTARA
Pramuka: Kurang Minat Atau Ketinggalan Jaman?
Ditulis dalam pendidikan by cesarzc di/pada Agustus 13th, 2007 


“Dia tegas, tindakannya penuh kematangan, kehati - hatian, kewaspadaan. Dia bukanlah seorang militer yang memegang dan selalu siap dengan senjatanya. Dia terampil, berbakat dalam segala hal. Sikapnya selalu bersahaja, mulia layaknya seorang ksatria. Dia layak menjadi teladan bagi semua orang.” Setiap manusia pasti ingin menjadikan dirinya sebagai seorang terdidik. Terampil, bersikap mulya dan menjadi teladan bagi semua orang. Untuk itulah diadakan gerakan Pramuka. Gerakan yang berdiri di Indonesia sejak tahun 1960 ini amat diminati orang - orang termasuk pemuda. Selain kegiatannya yang mengasyikkan, kita juga dapat mengenal lebih dekat dengan alam. Tapi itu dulu. Sekarang setelah masuknya era globalisasi, kegiatan pramuka ditinggalkan. Hanya sedikit orang yang betul betul aktif dalam kegiatan pramuka ini. Setiap orang mulai sibuk dalam dunianya masing masing. Tak ada lagi acara berkemah, api unggun, baris berbaris atau kegiatan pramuka lainnya. Pemuda yang merupakan penggerak utama dari kegiatan pramuka ini mulai meninggalkannya. Saya pribadi mengaku tertarik dengan adanya gerakan pramuka. Sejak SD saya telah dilatih dengan pramuka. Saya selalu ingin menjadi orang yang bermoral, bertakwa, dan berpendidikan. Tapi saya amat menyayangkan, setelah beranjak ke SMP, tak ada lagi kegiatan pramuka. Padahal saya sendiri amat mendukung kegiatan ini. Saya sendiri, amat kecewa dengan hal ini.Padahal kita amat mengharapkan jika generasi muda memiliki jiwa yang bermoral karena yang akan memimpin bangsa ini kedepannya adalah pemuda yang seharusnya dapat memiliki jiwa ksatria, tangguh dan bersahaja. Lihat saja pemimpin bangsa sekarang. Hancur akibat tak terdidik dan kurangnya moral. Kini tak ada lagi jiwa ksatria seorang pramuka itu. Pemuda sekarang sudah hancur akibat dimakan jaman.Pemuda kini sudah sibuk terhadap dunianya sendiri. Pramuka mulai ditinggalkan. Sekolah - sekolah, sebagai tempat utama yang diharapkan dapat menjadi penggerak pramuka bagi pemuda mulai meninggalkan kegiatan ini. Kurikulum baru yang diluncurkan pemerintah membuat pemuda semakin sibuk sehingga tidak sempat lagi diadakannya gerakan pramuka. Saya melihat, hanyalah orang yang telah lama dalam gerakan pramuka yang masih aktif dalam kegiatan pramuka. Tak ada lagi orang - orang baru yang masuk anggota pramuka. Entah apa alasannya. Kebanyakan orang baru yang masuk adalah karena disuruh atau karena ikut ikutan atau bahkan karena tidak ada kegiatan. Ada yang mengatakan pramuka sudah ketinggalan jaman. Memang, di era globalisasi saat ini, bukan jamannya lagi orang diharuskan dapat berkemah, menghidupkan api unggun, atau mendaki gunung. Di dalam era globalisasi ini, orang dituntut untuk dapat bersaing dalam segala hal. Sekarang teknologi juga lebih canggih. Orang tidak perlu bersusah-susah berkomunikasi dengan menggunakan morse atau simaphore seperti dalam Pramuka. Toh, sekarang sudah ada yang lebih canggih seperti telepon, atau handphone. Orang juga tidak perlu lagi memiliki jiwa yang ksatria dan bermoral. Lihat saja, orang sekarang lebih mementingkan kekayaan seseorang daripada moralnya. Orang tidak perlu lagi melakukan segala hal yang membuat capek. Toh, sekarang ada teknologi yang lebih canggih. Ada yang mengatakan kurang berminat. Memang sepertinya minat pemuda terhadap pramuka semakin berkurang. Kebanyakan pemuda yang ikut dalam kegiatan pramuka ini karena ikut ikutan. Karena semakin sedikitnya orang yang meminati gerakan pramuka, maka pemuda tersebut ikut ikutan pula tidak meminati pramuka. Daya tarik pramuka sekarang sudah jauh melemah. Orang hanya meminatin kegiatan pramuka hanya pada saat tertentu. Misalnya saja seperti saat adanya lomba pramuka atau saat Hari Pramuka saja. Kita tidak perlu protes. Pramuka memang dianggap pemuda sekarang sudah ketinggalan jaman. Orang tak perlu bersusah susah dalam melakukan segala hal. Sekarang jamannya menuntut seseorang untuk dapat bersaing. Sekarang jamannya menuntut seseorang untuk memiliki kekayaan karena dengan kekayaan orang bisa melakukan apa saja. Kita tak perlu lagi bersusah payah. Kini kegiatan berkemah, berapi unggun, naik gunung dan sebagainya hanyalah dilakukan seorang militer. Tak ada lagi anggota pramuka yang mau melakukan kegiatan tersebut. Jaman sekarang sudah semakin canggih seakan akan membuat pramuka semakin ketinggalan jaman. Mungkin cita-cita Lord Baden Powel setengah abad yang silam, pendiri pramuka, yang menginginkan agar pemuda memiliki jiwa ksatria, tangguh dan disiplin tinggal cita cita. Pemuda seakan sudah melupakan hal itu semua. Pemuda saat ini telah hancur. Ada yang sibuk pada dunianya sendiri, ada juga yang semakin hancur moralnya dibelenggu oleh obat terlarang dan hal maksiat lainnya. Apakah masih adakah semangat pramuka itu kini? Apakah masih ada pemuda sekarang yang mau melakukan kegiatan pramuka ditengah jaman yang semakin canggih ini. Akankah pemerintah dapat membangun pramuka sampai di pucak kejayaannya kembali seperti dahulu? Saya sendiri amat kecewa dengan kurangnya kepedulian pemerintah terhadap gerakan pramuka. Apabila begini terus, pramuka akan semakin jauh, jauh ditinggalkan pemuda dan pengikutnya. Takkan ada lagi pramuka apabila kondosinya terus seperti ini.

(Didedikasikan untuk Pramuka yang berulangtahun tanggal 14 Agustus. Semoga Pramuka makin jaya selalu)
0 Responses

Poskan Komentar